Kehamilan Sehat Menuju Keberhasilan Menyusui

Masa kehamilan adalah masa-masa yang membahagiakan. Mungkin tidak mudah (berhadapan dengan morning sickness? oh! tidak enak sekali rasanya) tapi menjadi ibu hamil adalah sebuah anugerah yang luar biasa, mengingat tidak semua memperoleh anugerah tersebut.  


Dua garis test pack mungkin bisa dijadikan sebagai awal bermulanya kehamilan. Tetapi secara teori, tertanamnya zigot (hasil pembuahan sel sperma dan sel telur) di rahim ibu sebagai bentuk awal dari kehamilan. Senangnya menjadi ibu hamil tentu diiringi dengan mempersiapkan banyak hal. Semua orangtua berharap agar anak lahir dengan sehat dan lengkap. Nah, ada beberapa hal yang perlu ibu hamil ketahui agar proses persalinan lancar dan harapan bisa memberikan ASI eksklusif kepada si buah hati bisa terwujud, yaitu:

1. Segera Periksakan Kehamilan
Setelah terlihat dua garis atau tanda positif di test pack, urban Mama harus bersegera ke DSOG untuk memastikan kehamilan dengan alat Ultrasonografi (USG). Kenapa? Karena hanya dengan USG, kehamilan bisa dipastikan apakah positif atau tidak, kehamilan di dalam rahim atau tidak, dan tentu saja menentukan usia kehamilan yang bertujuan menentukan taksiran waktu melahirkan. Nanti DSOG akan merencanakan kapan kontrol kehamilan berikutnya, biasanya akan dijadwalkan 1 kali dalam sebulan, minimal sebanyak 4 kali dalam kehamilan, yakni 1 kali di 3 bulan pertama, 1 kali di 3 bulan kedua kehamilan dan 2 kali di 3 bulan ketiga atau lazim disebut trimester ketiga.

2. Memperhatikan Nutrisi saat Kehamilan
Hamil tidak berarti makan berdua atau bertiga ya, Mama. Ibu hamil hanya perlu tambahan sekitar 300-500 kkal dalam sehari yang setara dengan 2-3 kali camilan sehat. Jadi makan besar tetap 3 kali sehari dengan porsi gizi seimbang, yakni seperempat piring makan untuk karbohidrat, seperempat piring untuk lauk (sumber lemak dan protein), dan setengah piring lagi porsi sayur dan buah, ditambah 2-3 kali camilan sehat.

Dalam beberapa rekomendasi, porsi sayur dan buah lebih ditingkatkan karena ibu hamil lebih rentan mengalami sembelit. Jika sebelumnya 5 porsi sayur dan buah dalam sehari, maka diubah menjadi 6 porsi buah dan sayur dalam sehari. Selain itu beberapa hal yang perlu digaris bawahi tentang nutrisi selama hamil yaitu:
- asupan cairan kurang lebih 3 liter dalam sehari karena ibu hamil rentan kekurangan cairan.
- hindari makanan yang berkadar garam tinggi, minuman bersoda dan bergula tinggi, minuman beralkohol, dan makanan tidak atau setengah matang.
- jika terjadi mual dan muntah di awal kehamilan, tetap usahakan nutrisi dan cairan Mama terpenuhi karena gizi anak yang dilahirkan nanti juga tergantung dengan gizi Mama saat hamil. Motivasi diri secara positif untuk selalu memenuhi nutrisi tubuh dalam kondisi apapun. Saat mual, makan biskuit kering dan minum air hangat bisa membantu. Hindari makanan berminyak dan berbau tajam. Ingat 1000 Hari Pertama Kehidupan anak dimulai dari saat ibu mengandungnya.

3. Pemberian Suplemen
Data tentang suplementasi ibu hamil di indonesia tidaklah lengkap, tapi hal ini bisa terlihat dari angka kejadian anemia pada ibu hamil dan hasil luaran berupa kelahiran bayi berat lahir rendah di Indonesia masih cukup tinggi. Oleh karena itu, diperlukan pemberian suplemen zat besi (Fe) selama 90 hari bagi ibu hamil untuk mencegah anemia pada kehamilan. Jika Mama mengalami anemia, bayi yang dikandung akan rentan juga mengalami anemia di kemudian hari. Selain itu pemberian asam folat dengan dosis 0,6-0,8 mg di awal kehamilan sangat berguna untuk mencegah kelainan saraf pada bayi seperti spina bifida, neural tube disease, dan anencephali.

4. Lakukan pemeriksaan darah lengkap, meliputi pemeriksaan Hb, golongan darah, HbSag (untuk cek hepatitis b), HIV, dan gula darah. Jangan anggap sepele karena hal ini berguna dalam proses persalinan dan tindakan yang dilakukan terhadap ibu dan bayi yang akan dilahirkan. Di beberapa puskesmas pemeriksaan HIV dan Hepatitis B sudah gratis.

5. Tetap lakukan olahraga dan aktivitas fisik. Jika sudah terbiasa berolahraga saat dalam kondisi tidak hamil, lakukan olahraga yang lebih ringan dan hindari olahraga high impact seperti berlari kencang, aerobik, dan melompat. Berenang dan jalan kaki adalah olahraga yang cukup tepat untuk ibu hamil. Senam hamil sudah bisa dilakukan sejak usia kehamilan 22 minggu. Tujuan senam hamil adalah melatih pernapasan dan otot-otot panggul yang mendukung selama proses persalinan. Tetap lakukan aktivitas fisik seperti biasa, jika lelah segera berisitirahat, karena ibu hamil akan sehat bugar dengan olahraga dan aktivitas fisik. Ingat kenaikan berat badan ibu hamil normalnya sekitar 7-12kg, di lain literatur disebutkan 10-15kg.

6. Carilah informasi tentang RS pro ASI yang menjalankan program WHO 7 Kontak plus Menyusui.


Semoga kehamilan Mama sehat, persalinan sehat, dan kelak Mama memberikan ASI eksklusif untuk si buah hati. 

0 Comments